Perkembangan pesat industri di Indonesia telah mendorong beberapa perusahaan untuk dapat bersaing dalam dunia bisnis. Pelaku bisnis dituntut agar lebih profesional dan inovatif dalam menyediakan produk terbaik sesuai ekspektasi konsumen dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat sebagai bagian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan dana untuk kepentingan masyarakat umum. Disamping pesatnya industri indonesia yang semakin tumbuh lebih maju, disisi lain memberikan banyak dampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu dibutuhkan strategi khusus pengembangan masyarakat agar dampak postif dari hadirnya perusahaan-perusahaan besar dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Khususnya golongan menengah ke bawah, baik yang hidup di Perkotaan maupun Pedesaan. Salah satu strategi yang bisa dikembangkan adalah pengembangan masyarakat (Community Development) atau biasa sering disebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).
Corporate Social Responsibility merupakan bagian dari pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh kalangan perusahaan. Partisipasi aktif dari masyarakat akan memperlancar terselenggaranya program CSR dengan baik. Partisipasi yang dimaksudkan masyarakat bukan sekedar menjadi objek program, tetapi mereka ikut andil dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan evaluasi program. Selain itu terciptanya pola hubungan (relationship) yang baik antara Stakeholder dengan masyarakat.
Oleh karena itu dalam makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah di antaranya: Bagaimana hubungan antara tingkat partispasi warga dengan tingkat kesejahteraan warga dalam kegiatan CSR, yang bertujuan untuk menganalisis dampak dari program CSR perusahaan terhadap kesejahteraan warga di sekitar perusahaan. Selain itu penulis juga merumuskan masalah tentang tingkat partisipasi warga terhadap program CSR yang bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi warga terhadap program CSR.

Pengaruh Kegiatan CSR Perusahaan terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat yang Berada di Lingkungan Perusahaan

Definisi CSR
konsep CSR merupakan suatu pendekatan perubahan atau pengembangan masyarakat khususnya peningkatan sumberdaya manusia yang dilakukan oleh suatu perusahaan sebagai bagian dari tanggungjawab sosialnya. Kotler dan Lee (2005) dalam Sumaryo (2009) dalam Siwi (2011) menyatakan bahwa CSR merupakan suatu komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pertimbangan dalam praktik bisnis dan kontribusi dari sumberdaya perusahaan. Inti dari pengertian tersebut tidak mengacu pada aktivitas bisnis yang diatur oleh peraturan perundangan yang berlaku, namun lebih pada komitmen kerelawanan perusahaan sehingga dipilih dan diimplementasikan dalam praktik bisnisnya. Pandangan yang lebih komprehensif mengenai CSR yang kemudian disebut sebagai “teori Piramida CSR” dikemukakan oleh Carol (Tidak ada tahun) dalam Nursahid (2006) dalam Siwi (2011) menyatakan bahwa tanggungjawab sosial perusahaan dapat dilihat berdasarkan empat jenjang (ekonomis, hukum, etis dan filantropis) yang merupakan satu kesatuan. Untuk memenuhi tanggungjawab ekonomis, sebuah perusahaan harus menghasilkan laba sebagai pondasi untuk mempertahankan perkembangan dan eksistensinya. Selain itu Schermerhorn (1993) dalam Suharto (2006) memberi definisi bahwa CSR merupakan suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara cara mereka sendiri dalam meleyani kepentingan organisasi dan kepentingan publik eksternal. Oleh karena itu inti dari beberapa pendapat yang dikemukaan oleh beberapa tokoh adalah bahwa CSR merupakan salah satu bentuk pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang betujuan untuk bisa mensejahterakan masyarakatnya yang berada disekitar perusahaan yang berdiri.

CSR sebagai bentuk pengembangan masyarakat
Pemberdayaan masyarakat dapat menjadikan masyarakat sekitar perusahaan dapat mengaktualisasikan dirinya dan memahami keberadaannya sebagai elemen penting dari perusahaan. Interaksi masyarakat dengan perusahaan akan harmonis, apabila perusahaan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan dan sebaliknya, sehingga tercipta modal sosial (social capital) di lingkungan perusahaan Wahyuni 2007). Jika merujuk pada konsep Community Development yang di kemukakan oleh (Nasdian 2006) yakni suatu metode atau pendekatan pembangunan yang menekankan adanya partisipasi dan keterlibatan langsung penduduk dalam proses pembangunan, dimana semua usaha swadaya masyarakat disinergikan dengan usaha-usaha pemerintah setempat dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan taraf hidup, dengan sebesar mungkin ketergantungan pada inisiatif penduduk sendiri, serta pelayanan teknis sehingga proses pembangunan berjalan efektif.

Perkembangan CSR di Indonesia

Geliat wacana pengembangan masyarakat dalam usaha memeratakan pembangunan telah lama digulirkan oleh pemerintah. Indonesia sejak zaman kolonial sampai zaman reformasi sekarang telah merasakan berbagai cara dan pendekatan pembangunan melalui pendekatan pengembangan masyarakat. Salah satu istilah yang sangat populer dalam dunia pengembangan masyarakat adalah CSR ( Corporate Social Responsibility).

CSR, sebuah paradigma baru yang usia perkembangannya tidak kurang dari satu abad ini telah menjadi fokus tersendiri dalam upaya pembangunan di Indonesia.  Secara khusus pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap kegiatan CSR di Indonesia, khususnya CSR yang dikembangkan oleh perusahaan di bidang sumber daya alam. Dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Pasal 74, dijelaskan bahwa Perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam diwajibkan untuk melaksanakan CSR.[1]

 

Identifikasi, implementasi program CSR terhadap kesejahteraan masyarakat

Community Development Workers (CD Workers) secara sederhana bisa kita artikan sebagai oarang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk menjadi aktivis dan  penggerak usaha-usaha pengembangan masyarakat. Usaha yang dilakukan oleh berbagai Stakeholder[2] pembangunan, salah satunya perusahaan dengan CSR nya, adalah memecahkan problem yang sedang berkembang di masyarakat . Peran dari CD Workers sangat diperlukan untuk membantu masyarakat mengidentifikasi permasalahan  bersama-sama dengan masyarakat. Kemudian CD Workers bersama seluruh stakeholder, tidak terkecuali masyarakat subjek CSR, duduk bersama  dengan perusahaan untuk mencarikan solusi terbaik bagi pemecahan masalah yang telah teridentifikasi. Setelah terbentuk kesepakatan, program CSR pun digulirkan.

Beberapa Perusahaan besar skala nasional yang telah berhasil menerapkan program CSR baik dalam skala besar ataupun dalam skala regional lingkungan diantaranya adalah Unilever.  Dr. Hendrik Budi Untung S.H,C.N.,M.M  menggambarkan Unilver sebagai bagian dari kisah sukses dunia usaha di bidang CSR :

“ Berawal dari dua warga, Unilever berhasil mengumpulkan 4.300 relawan untuk menularkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan. Tahun ini peserta program bakal mencapai 30 ribu orang. Meski berada di gang sempit, rumah-rumah warga di kawasan perumahan padat vMampang, Jakarta Selatan, terlihat bersih dan asri. Tak ada sedikit pun sampah terlihat di sepanjang lorong jalan kecil yang Cuma bisa dilalui kendaraan roda dua. Si setiap depan rumah, berbagai jenis tanaman berjejer rapi. Mereka menutup selokan dengan bilah bambu dan manata pot-pot berisi tanaman hias serta aneka tanaman obat di atasnya. Dua kotak sampah berwarna biru dan kuning berisi tulisan sampah basah dan kering ada di setiap pojok rumah. Sejak tahun 2005, kawasan Mampang Jakarta Selatan dijadikan sebagai wilayah persontohan oleh Unilever untuk menjalankan program Jakarta Green and Clean” (Untung 2008 :42).

Perusahaan selanjutnya adalah PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company TBK dengan menyalurkan air bersih, memberikan beasiswa, mengembangkan partisipasi warga sekitar untuk melaksanakan aktivitas sosial dan kebersamaan dengan warga yang lainnya.

Fakta di lapangan membuktikan bahwa penerapan program CSR oleh perusahaan sering kali tidak menjadikan masyarakat sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan program (Utomo 2010).

Padahal jika merujuk pada salah satu  prinsip pengemas yang diluncurkan oleh PBB pada tahun 1957,  pengembangan masyarakat mengarah pada partisipasi orang-orang yang meningkat dan lebih baik dalam masalah-masalah masyarakat, revitalisasi bentuk-bentuk yang ada dari pemerintah lokal yang efektif apabila hal tersebut belum berfungsi, dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi dapat menjadi sebab indikator keberhasilan atau kegagalan sebuah program pengembangan masyarakat, program tersebut salah satunya adalah CSR.

My Beloved Department is SKPM

Posted by: RIKA RATNA SARI in Uncategorized No Comments »

MINUMAN SAMPAH TERENAK SE-DUNIA

Posted by: RIKA RATNA SARI in Minuman No Comments »

JOGJA JOGJA JOGJA.

Buat saya Jogja itu layaknya gudang. Gudang kenangan, Gudang tempat asik, Gudang ketemu orang-orang kece dan yang paling oke adalah gudangnya makanan-makanan unik yang rasanya mantap abis. Nggak ada duanya deh.

Salah satu kuliner Jogja yang super unik adalah MINUMAN SAMPAH! Jadi, minuman sampah ini dikenal dalam bahasa jawa sebagai WEDANG UWUH!

Yup namanya wedang uwuh, minuman ini asli Imogiri, Yogyakarta. Jogja banget. Ini tuh minuman herbal yang isinya rempah-rempah gitu. Tahu kan rempah-rempah? Yang dulu menyebabkan bangsa kita dijajah bangsa barat gitu.

Kenapa dibilang sampah? Soalnya penampakannya kayak sampah dedaunan gitu. Dan bahan-bahannya emang dari daun-daunan yang emang udah dikeringin. Ada daun pala, daun cengkeh, daun kayu manis. Nggak cuma itu aja sih, isinya ada jahe dan secang juga. Nah warna merah di wedang uwuh ini berasal dari secang nya itu. Ditambah gula batu dan diseduh. Rasanya MANTAP ABIS!!! Dijamin nggak pahit. Jadi pedes-pedes manis gitu. SEGER GILAK!

Walau disebut minuman sampah karena penampakannya yang emang nggak well banget, minuman ini banyak khasiatnya lo. Bisa ngangetin badan, bisa ngilangin masuk angin, dan diprediksi ada anti oksidannya juga. Soalnya kan rempah banget gitu. Jogja sekaleeee.

Enak banget nih ya, minumnya tuh pagi-pagi buta, pas hawa lagi dingin-dinginnya, udara lagi seger-segernya sambil menikmati sunrise dimana aja, bisa di gunung, di pantai atau sekadar di atap kosan. Atau diminum di malam-malam buta, sambil nge-gosip sampai pagi, sambil menggalau, pokoknya oke banget buat saat dingin-dingin.

Dalam perkembangan dunia seni dan budaya Indonesia, wayang merupakan salah satu bentuk kesenian yang begitu populer. Salah satu kesenian ini memang begitu populer mengingat cerita-cerita yang ditampilkan merupakan cerita-cerita yang begitu melegenda dalam masyarakat.

Salah satu dari beragam jenis wayang adalah wayang golek yang merupakan kesenian khas daerah Jawa Barat. Keberadaan wayang golek memang tidak dapat lepas begitu saja oleh pendahulunya yakni wayang kulit.

Meski belum diketahui secara jelas, namun wayang golek disinyalir merupakan turunan dari wayang kulit itu sendiri. Hal ini berawal dari Sunan Kudus yang pada tahun 1583 membuat wayang dari kayu dan kemudian disebut wayang golek.

Pada dasarnya ada tiga jenis wayang golek yakni wayang golek cepak, wayang golek purwa dan wayang golek modern. Wayang golek cepak lebih dikenal di daerah Cirebon dengan mementaskan cerita babad dan legenda setempat. Wayang jenis ini juga disebut cepak karena permukaan wajahnya yang datar.

Sementara wayang golek purwa merupakan wayang golek yang khusus membawakan cerita Mahabharata dan Ramayana. Uniknya penyampaian cerita Mahabarata yang kental akan nuansa Jawa diceritakan dalam bahasa Sunda. Sementara wayang golek modern layaknya wayang golek purwa namun pementasannya disesuaikan dengan kehidupan modern.

Wayang golek dibuat dari kayu lame dengan cara diraut dan diukir hingga menyerupai bentuk yang diinginkan. Untuk menggambar bagian-bagian wajah serta motif digunakan cat. Proses ini merupakan proses yang sangat rumit dan penting karena warna akan menghasilkan karakter wayang yang nantinya akan dimainkan oleh para dalang. Biasanya warna wayang golek berputar pada warna dasar merah, putih, prada dan hitam.

Wayang golek memang bukan sekedar kesenian yang indah untuk disaksikan. Lebih dari itu, wayang golek memiliki nilai-nilai luhur yang terdapat dalam masyarakat Sunda. Nilai-nilai yang dimanifestasikan dalam bentuk wayang tersebut menjadi kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Selain itu, wayang bagi para dalang, wayang juga menjadi instrumen penyampai pesan-pesan demi membangun nilai gotong royong dan keharmonisan masyarakat. Hal tersebut menjadi kewajiban para dalang dalam menjalankan warisan tradisi dan kesenian budaya Indonesia, melalui wayang golek ini.

Photo courtesy of http://galeriwayanggolek.blogspot.com/

INDONESIAN CULTURE

Posted by: RIKA RATNA SARI in Kesenian No Comments »

BALI DANCE

Pendet worship dance that is exhibited in many temples. Pendet is a statement of the offering in the form of a ceremonial dance. Unlike performing dances that require intensive training, Pendet be danced by all people, pemangkus men and women, women and rural girls.

Dance created early 70′s by artists is I Nyoman Kaler, describing the welcome of deities fall to Marcapada nature. This dance is an offering in the form of ceremonial dances. Unlike the show dances that require intensive training, this dance is taught simply follow the movement. The young girls follow the movements of the more senior women.

Pendet performed in groups or pairs, shown after the Rejang dance in the temple yard. Usually dancers facing the holy (pelinggih) ceremonial dress, and each dancer brings sangku, jars, bowls and other equipment offerings. In addition Pendet dance, in Bali there are several types of dances that brought the girls or adult women to complete the implementation of activities of religious ritual or ceremony.

Gradually, as the times, the Balinese artists to change Pendet be ‘welcome’ ™. A sprinkling of flowers spread in front of guests as an expression of welcome. However, this dance still contains charges sacred and religious.

As Pendet, this dance feminine nature, because it requires the movements graceful Dedari Trance dance, Rejang dance, and dance Sutri Gabor. Balinese dances are performed for the purposes of religious ceremony called the dance of the guardian, was performing outside the temple called Balih-balihan

Hello world!

Posted by: RIKA RATNA SARI in Uncategorized 1 Comment »

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!